Bagaimana cara pergi ke Belanda tanpa budget alias gratis.


Hello, Apa kabar?

Kabar aku baik disini. Aku harap kabar kalian pun baik-baik saja walaupun masih tetap single sampai sekarang. hehehehe

Yang ngikutin akun instagram aku @afirawati (https://www.instagram.com/afirawati/) pasti penasaran bangetkan gimana caranya aku bisa pergi ke Belanda dan stay lama di luar negeri. Mungkin ada yang berpikir kalau aku anak sultan, hahahah itu salah genks. Aku bukan anak sultan. Bahkan sering terlintas dipikiran apakah ngepet itu beneran? kalau bener, aku juga mau. Tapi kagak mau jadi babinya, maunya jaga lilin aja. Soalnya kalau jadi babi, masih untung kalau berubah jadi manusia. Lah ini kalau menetap jadi babi. Gimana dong? hahahaha... 

Sebelum aku berbagi cara gimana bisa ke Belanda tanpa budget, aku mau memperkenalkan diri aku dulu. Hi, aku Afira. Lahir dan besar di salah satu pulau yang berada di timur Indonesia. Singkatnya aku berasal dari Maluku, kota Ambon. Pada gak tahu itu dimana? Bisa banget segera googling dan kalian akan menemukan salah satu surga tersembunyi yang berada di Indonesia.

Ok guys, mari kita kembali ke pokok utama pembahasan. Aku pertama kali mengetahui gimana caranya bisa ke Eropa tanpa mendapatkan beasiswa itu pada tahun 2016 awal dari salah satu seniorku di perkumpulan teater. Namun pada akhirnya aku ke Belanda pada bulan Mei 2017. Apakah ada pertanyaan yang muncul di kepala kalian, "kok tau caranya 2016 awal, berangkatnya 2017? Apakah susah untuk diwujudkan?" Dan jawaban aku adalah "TIDAK SUSAH"

Hanya saja pada tahun 2016 beberapa hal terjadi dalam hidupku. Aku mencoba memberi waktu dan ruang untuk diriku bernafas. Menyelesaikan step by step dan kemudian melangkah kadepan. Ceile, lagaknya seperti penulis sajak saja. Hahahaha

So saat aku melihat seniorku memposting foto di instagramnya, mata ini langsung terbuka lebar dan tentu saja aku tahu bahwa view seperti itu hanya ada di luar negeri. Dengan secepat kilat rasa penasaran ini memuncak. Aku mulai mengirim pesan ke seniorku dan bertanya dia sedang berada dimana. Dan aku mendapatkan balasan bahwa dia sedang berada di German. Di dalam pikiran seorang anak muda yang belum pernah ke Eropa saat mendengar orang yang di kenal sedang berada di German itu sesuatu yang luar biasa sekali.

Disitu aku berpikir mungkin seniorku ini mendapatkan beasiswa untuk kuliah di German. Tentu saja aku bertanya lagi dong ke orang tersebut apakah dia mendapatkan beasiswa untuk bersekolah ke German. Dan kalian tahu apa jawabannya? Nope, dia tidak mendapatkan beasiswa ke German. Sampai disini apa yang ada di dalam pikiran kalian? Kalau bukan beasiswa, apa dong? Kok judulnya pergi ke Belanda tapi bahasnya German? Tenang, jangan panik dulu. Aku bakalan jelasin kok.



Cerita ini akan berlanjut di postingan berikutnya. Jangan lupa koment di bawah yah... 

Sampai jumpa di tulisan kedua aku dan terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah inspiratif tentang sayur pakis (paku) dan pepaya muda.